Perusahaan Tambang & Perkebunan Harus Menyiapkan Tangki BBM


Dirjen Migas Evita Legowo di kantor Kementrian ESDM beberapa bulan yang lalu (Rabu 30 Mei 2012) menyatakan bahwa : ” Kita menyajibkan perusahaan pertambangan dan perkebunan menyediakan tangki “.  Sebagai upaya lanjutan atas kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah ini memang pihak perusahaan pertambangan dan perkebunan harus segera menyiapkan infrastruktur nya yakni tempat penyimpanan tangki BBM non subsidi. Evita Legowo pun menambahkan bahwa ” Pada kendaraan perkebunan dan pertambangan juga akan diberlakukan penggunaan stiker, mulai 1 September akan dibuat stiker oleh BPH Migas bekerja sama dengan pihak Pemda. Serta ada sosialisasi dengan pihak Pemda dan perkebunan dan pertambangan “.

Sebenarnya kebijakan ini mempunyai manfaat lain di satu sisi sudut pandang, walaupun tentunya langkah ini jelas akan menimbulkan biaya investasi tambahan membangun infrastruktur tangki penyimpanan BBM. Bisa menggunakan model tangki konvensional yakni tangki yang di taruh begitu saja yang di lengkapi dengan kaki-kaki penahan, menggunakan tangki pendam semacam SPBU skala kecil yang tentunya model ini juga akan membutuhkan biaya besar sehingga untuk membangun model tangki penyimpanan ini sebaiknya beberapa perusahaan di satu area membangun tangki BBM ini bersama-sama dan memanfaatkan bersama.

Merujuk pada peraturan Mentri Nomor 12 Tahun 2012 pemerintah memang mengharamkan penggunaan BBM bersubsidi bagi pertambangan skala besar. Dan pada tanggal 30 Agustus 2012 Jero Wacik Mentri Energi Dan Sumber Daya Mineral menegaskan “Kami akan memperkeras sosialisasi agar pelaksanaan pelarangan penggunaan BBM bersubsidi di perusahaan tambang dan perkebunan dapat berjalan efektif 1 September nanti, karena saya mendapat laporan ada beberapa perusahaan yang enggan”. Sangsi pemerintah bisa saja pencabutan Surat Ijin Usaha Pertambangan (SIUP) jika di lakukan oleh karyawan maka perusahaan wajib memberikan sangsi bagi karyawannya. Sementara untuk pertambangan skala kecil (kurang dari 25 hektar) masih bisa menggunakan BBM bersubsidi dengan jangka waktu pengisian yang akan di atur oleh pemerintah.

Kami (dunia karoseri) memahami akan hal ini, sebenarnya ada solusi yang praktis untuk menjawab aturan pemerintah diantaranya dengan menggunakan truk tangki BBM mobile (SPBU berjalan) di mana dengan menggunakan truk ini, pihak perusahaan bisa langsung mengisi bahan bakar langsung dari truk tangki BBM ke peralatan alat-alat berat, dump truck atau mesin-mesin lainnya. Sehingga dengan menggunakan truk karoseri BBM tambang bisa menghemat biaya, waktu dan tentunya efisiensi bahan bakar, tidak perlu membangun tangki penyimpanan BBM (SPBU) kecil.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s